Kreator
: Tri Wahyuni
Kusuma Anggun
Pengertian literasi
menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia terbagi menjadi 3 hal, yaitu kemampuan
menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas
tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan
hidup. Selanjutnya, pengertian dari anak usia dini sendiri adalah anak anak
yang berada pada usia dibawah 6 tahun. Pemerintah melalui undang undang
sisdiknas juga memberikan penjelasan mengenai anak usia dini, yaitu anak dengan
rentang usia 0-6 tahun. Kisaran angka tersebut merupakan kelompok usia yang
sedang berada dalam proses tumbuh dan berkembang atau yang lebih dikenal dengan
sebutan golden age.
Konsep literasi pada
anak usia dini merupakan sebuah proses berkelanjutan, mulai dari rasa ingin
tahu yang dimilikinya hingga berkembang menjadi sebuah kemampuan untuk membaca
dan menulis yang nantinya, kemampuan tersebut akan menjadi bekal di masa yang akan
datang. Pendidikan untuk anak usia dini selalu dilakukan pertama kali oleh
pihak keluarga. Orang tua merupakan
teladan utama pada kehidupan anak. Tingkah laku dan ucapan orang tua sering
kali ditiru oleh anak anak mereka. Keluarga dirumah merupakan sebuah tempat
yang mempunyai waktu lebih banyak jika hanya dibanding dengan lembaga formal
sehingga besar harapannya jika keluarga dijadikan sebagai penggerak literasi
bagi anak.
Terdapat beberapa alasan
yang mendasari pentingnya pendidikan literasi pada anak usia dini. Pertama,
yaitu melatih kemampuan dasar anak untuk membaca, menulis, dan menghitung. Survei yang dilakukan oleh salah satu divisi
Kementerian Pendidikan Amerika Serikat menunjukkan bahwa balita yang terbiasa
dibacakan buku oleh orang tua mereka bisa lebih cepat mengenal abjad. Kedua,
anak dapat mengembangkan kemampuannya untuk berpikir kritis. Ketiga,
mempersiapkan anak untuk memasuki dunia persekolahan. Terakhir, perkembangan literasi yang baik nantinya akan
berkorelasi dengan prestasi akademik.
Beberapa metode
pembelajaran sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang efektif. Dapat
dengan metode membacakan sebuah buku cerita atau dongeng kepada anak, bernyanyi
bersama untuk mengenalkan kosakata baru di sebuah lagu, berbicara langsung kepada
anak untuk membantu anak mengungkapkan pikiran dan mempelajari arti kata,
bermain peran storyteller, dan menulis agar anak dapat memindahkan lisan yang
didengar ke dalam sebuah tulisan.
Kemampuan literasi pada
anak tentu saja berbeda beda, disesuaikan berdasarkan kemampuan anak dalam
mencerna lisan maupun tulisan. Diperlukan kesabaran yang lebih dalam untuk
melatih anak mengembangkan kemampuan literasinya. Kesiapan dari anak usia dini
dalam mengembangkan pendidikan yang berkualitas akan memengaruhi dirinya ketika
menempuh pendidikan tingkat lanjut. Membangun budaya literasi pada anak usia
dini merupakan salah satu tugas bagi keluarga, sekolah, maupun masyarakat untuk
menjalankan dan menanamkannya kepada anak usia dini agar nantinya anak mampu
bersaing secara global.

